17 Feb 2011

LIKURAI - PUISI NUEL LELO TALOK



LIKURAI(Puisi Nuel Lelo Talok)

Wajah-wajah ayu itu telah berdandan
Membalut diri dengan kebaya cantik dan tais futus(1)
Bermahkotakan kaebauk(2)
Di dada tergantung belak(3)
Di leher terjuntai morten(4)
Tangan berhiaskan riti(5)
Aduh moleknya Ina no Bete sia(6)
Pesta pun siap dimulai!
Kesusahan hidup akan dilupakan untuk sehari itu
Mengapit tihar(7) di ketiak
Membawa serta tala(8)
Menabuhnya
Meritmikkannya dengan penuh seni
Bernas
Sakral
Bahagia
Mulia
Hentakkan kaki dan lenturkan tubuh
Menari-nari
Berayun-ayun
Menantang kaum pria
Kaum pria mana tahan?
"Ayo kita pun ikut haksoke(9)”
Dan suasana pun riuh rendah
Beria-ria
Lupa waktu
Lupa derita
Sampai ekstasì
...
Likurai (10)
Kau takkan boleh punah!
Gendang dari batang cendana sekali pun
Dan gong dari emas murni bahkan
Masih bisa kami cari
...
Anak-anak Flobamora
Mari menarikan Likurai
Untuk keagungan TUHAN
Demi kesatuan hati hidup bersaudara
Bagi lestarinya alam nan molek

Tebere, tebere, tebereberete / tebere, tebere, tebereberete / teberebereteberete, teberebereteberete /teberete, teberete(11)
Sik sik sik sik ta modi mai / sik sik sik sik ta modi mai / ta modi mai kodi likurai tan, ta modi mai kodi likurai tan(12)
Tebedudubeitaek / tebedudubeitaek / tebedudubeitaek / tebedudu beitaek(13)

Roma, 16 Februari 2011.
Catatan:
1. Tais Futus adalah sebutan untuk Tenun Ikat warisan Leluhur (dalam bahasa Tetun, Timor). Dulu kala, cukup dipakai tais futus, tanpa kebaya. Dan itu disebut Metisusu artinya wanita Timor jaman dulu, cukup melilitkan kain panjang sedikit di atas dada turun sampai ke pergelangan kaki.
2. Kaebauk adalah mahkota terbuat dari perak untuk hiasan kepala orang Timor
3. Belak adalah lempengan logam sebesar lempengan disk, terbuat dari perak untuk hiasan dada orang Timor
4. Morten adalah manik-manik berwarna oranye, untuk digantungkan di leher.
5. Riti adalah gelang tangan sebesar arloji dipasang di pergelangan tangan sebagai hiasan wanita.
6. Ina no Bete sia, artinya Ibu dan para Tuan Putri (Bahasa Tetun)
7. Tihar mirip Tifa (Maluku) adalah gendang yang dipakai untuk menari Likurai
8. Tala adalah gong yang juga ditabuhkan bersama sejumlah Tihar dalam Tarian Likurai
9. Haksoke adalah ronggengan khas pria Timor berpadanan dan berhadapan dengan para wanita penabuh gendang. Kain selimut untuk pria Timor biasanya los saja, tanpa dijahit gabung kedua sisinya (sehingga berbentuk terbuka seperti batik). Kain wanita dijahit gabung kedua sisinya (sehingga berbentuk seperti kain sarung atau lipa) Sehingga jelas diketahui, mana kain pria dan mana kain wanita.
10. Likurai adalah tarian perang atau kepahlawanan yang secara harafiah berarti Menguasai atau mengawasi (Haliku) Tanah Air (Rai). Mengawasi dalam arti mempertahankan tanah air untuk tidak boleh direbut oleh bangsa lain. Menguasai dalam arti mencaplok tanah kerajaan lain.
11. Adalah ragam pukulan pembuka untuk setiap setiap Tarian Likurai.
12. Salah satu ragam yang membakar semangat para penari pria dan wanita untuk kian beraksi menunjukkan kebolehan dan kejantanan dalam menari.
13. Salah satu ragam kemenangan leluhur orang Timor.

12 Okt 2010

SEJARAH TIBANYA IMAN KRISTEN DAN GEREJA-GEREJA DI NUSANTARA




TIBANYA IMAN KRISTEN DI INDONESIA, TERNYATA BUKAN PADA ABAD KE-16. PERISTIWA INI SUDAH PERJADI SEMENJAK ABAD KETUJUH MASEHI. SEMOGA GEREJA SEMAKIN BERKEMBANG SUBUR DI INDONESIA.


BENIH GEREJA HADIR DI INDONESIA (TAHUN 650)



Pada tahun 650-an Masehi, terbetik berita bahwa di Indonesia, tepatnya di Fansur, dekat Barus, Sumatra Utara sekarang, telah hadir Gereja Siro Non-Kalsedon. Ini bisa diteliti dari catatan seorang ahlii sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku "Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari Provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya". Di dalam buku tersebut ditemukan bahwa di tahun-tahun itu, terdapat 707 gereja dan 181 pertapaan Kristen Non-Kalsedon yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia. Dan dikatakan bahwa di Indonesia, Gereja Siro Non-Kalsedon ini terdapat di Fansur, Barus, Sumatra Utara sekarang. Yang membawa Gereja ini ke Sumatra diduga adalah para pedagang dari Malabar (India Selatan) yang mencari emas dan kapur barus di Pulau Sumatra. Namun Gereja ini rupanya tidak berkembang, mungkin lenyap oleh kedatangan agama-agama lain di Sumatra atau karena kurang konsentrasinya para pewarta saat itu, yang lebih fokus ke dagang saja.



PENDUDUKAN PORTUGIS DAN KEHADIRAN NYATA GEREJA KATOLIK DI INDONESIA (1512-1850)

GEREJA KATOLIK DIMULAI DI MALUKU (1534)



Kelak di tahun 1534, Gereja Katolik Roma yang dibawa oleh para Pelaut dan Misionaris Portugis, membaptis pertama kalinya orang Indonesia menjadi warga Gereja Katolik dan itu terjadi di Maluku. Dan pada tahun 1984 lalu, Gereja Katolik Indonesia merayakan 450 tahun kehadiran pertamanya di Bumi Nusantara, tepatnya di Maluku. Pulau-pulau lain yang membuka diri bagi Gereja Katolik adalah Solor, Flores dan Timor. Tercatat bahwa sejak 1510, Portugis sudah menginjakkan kakinya di Solor, lalu di Flores dan di Pulau Timor. Namun pembaptisan baru terjadi di pulau-pulau NTT itu kurang lebih antara tahun 1550-1556, oleh para Padri Dominikan mulai menetap untuk Misi Pewartaan Kristen di Solor, Flores dan Timor. Di Indonesia, tempat-tempat utama penganut Katolik adalah Flores, Timor Sentral, Sumba Barat Daya, Maluku Tenggara, Merauke, Dayak, Batak dan Muntilan.



PENDUDUKAN BELANDA DI INDONESIA DAN KEHADIRAN GEREJA KRISTEN PROTESTAN SERTA PENYEBARAN LANJUT IMAN KRISTEN DI INDONESIA(27 FEBRUARI 1605)

GEREJA PROTESTAN DIBAWA OLEH VOC
GEREJA PROTESTAN DAN KATOLIK PUN DIKEMBANGKAN OLEH PARA ZENDING DAN MISIONARIS BELANDA



Gereja Kristen Protestan, tiba pertama kali di Indonesia tepatnya pada tanggal 27 Februari 1605, dibawa oleh Belanda bersamaan dengan adanya VOC. Dan pada tahun 2005 lalu, Gereja Protestan merayakan 400 tahun kehadirannya di Indonesia. Tercatat bahwa Gereja Protestan lebih gencar melaksanakan pewartaan, oleh karena itu, walaupun masuk ke Indonesia belakangan, namun memiliki penganut lebih daripada dua kali lipat jemaat Katolik di Indonesia. Di Indonesia, mayoritas penganut agama Kristen Prostestan dijumpai di Papua Barat, Maluku, Batak, Jawa Tengah, Dayak, Toraja, Minahasa, Timor Bagian Barat, Sumba, Sabu-Rote, Alor, Nias dan Mentawai.



Gereja lain seperti Ortodoks, baru hadir di Indonesia pada abad ini.

MENGENAL KERAJAAN-KERAJAAN DI BELU!

DI KABUPATEN BELU, DI PULAU TIMOR, TERDAPAT TIGA KERAJAAN BESAR, YAKNI KERAJAAN FIALARAN (BELU-TASIFETO), KERAJAAN LAMAKNEN DAN KERAJAAN WEHALI. NAMUN KARENA WILAYAH ADAT WEHALI AKAN MEKAR MENJADI KABUPATEN MALAKA, TERPISAH DARI KABUPATEN INDUK BELU, MAKA KINI DI KABUPATEN BELU HANYA TERDAPAT DUA KERAJAAN INDUK YAKNI FIALARAN DAN LAMAKNEN, YANG MASING-MASING MENJADI INDUK BAGI SEJUMLAH RAJA KECIL LAINNYA.

A.DATA TENTANG KERAJAAN FIALARAN (BELU-TASIFETO)


SETIAP KERAJAAN DI BELU, MEMPUNYAI NAMA SAPAAN ADAT ATAS TEMPAT PENUNJUK WILAYAH-WILAYAH KEKUASAAN. UMUMNYA ADA EMPAT NAMA. KEEMPAT NAMA ITU SEKALIGUS PENUNJUK BATAS-BATAS KERAJAANNYA SESUAI KEEMPAT ARAH MATA ANGIN.



Misalnya kita bisa lihat Nama-nama Julukan untuk setiap Ke-Nai-an, atau Kerajaan Fialaran-Tasifeto-Belu, termasuk Pusat Kerajaan itu yaitu GUNUNG LAKAAN. Kerajaan Fialaran yang memiliki kesatuan dan keterikatan dengan Penguasa Tunggal, Manuaman Lakaan Nain, didirikan oleh Nai Dasi Feha Mauk. Fialaran yang berkembang pesat di Tasifeto Belu, memiliki Nama: DASI-SANULU - ALUK SANULU - OA NATAR HAT - OA KABUFUAN HAT.



1. GUNUNG LAKAAN: Nama adatnya: Manuaman-Lakaan-Etukumun-Murakhusar.

2. TAKIRIN : Halimodok-Takirin-Asurahuk-Welaku.

3. LASIOLAT: Dualasi-Lasiolat-Bauiku-Leowes.

4. TOHE: Fatutour-Maubanis-Likubauk-Leowalu.

5. ASUMANU: Asumanu-Duamanu-Ninluli-Lokomea.

6. MAUMUTIN: Siarai-Maumutin-Raifatus-Manulain.

7. AITOUN: Aitoun-Duamone-Saburaka-Kaisahe.

8. LASAKA: Lasaka-Beitenis-Halidais-Tatehur.

9. SARABAU: Sarabau-Kakaut-Fatufahi-Tamelak.

10. DAFALA: Fatubaa-Dafala-Loubaun-Kakohan.

11. MANLETEN: Fatubesi-Manleten-Sarabete-Aina.

12. UMAKLARAN: Fahiknuan-Knuadato-Kolosuni-Buibatak.

13. SILAWAN: Tulakadi-Maninu-Beilaka-Kaitara.

14. MANDEU: Mandeu-Raimanus-Talioan-Kufeu.

15. NAITIMU: Nanaet-Dubesi-Faturenes-Kalinak.

16. LIDAK: Manuaman-Tukuneno-Foholoro-Lakekun.

17. JENILU: Kenebibi-Dualilu-Kabuna-Leosama.



Konon, nama-nama ini menunjukkan tempat-tempat pertama kali dicapai, didiami, dimiliki, dikuasai oleh sekelompok leluhur sejak jaman purba. Perkembangan selanjutnya adalah, ketika penduduk bertambah, dan daerah hunian meluas, maka, empat nama baru akan ditambahkan lagi sesuai keluasan wilayah hunian dan wilayah kekuasaan tersebut.



Misalnya untuk Kenaian:



1. TOHE: Fatutour-Maubanis-Likubauk-Leowalu; Tohelolon-Fatukekan-Narian-Beisibuk; Fatubesi-Latubuk-Kariknuan-Ulumela dan seterusnya.

2. TAKIRIN: Halimodok-Takirin-Asuharuk-Welaku; Bakadua-Salalu-Knetertaek Sanulu-Ukunbadu Sanulu; Launina-Launama-Lahudi-Maumedak dan seterusnya.

3. UMAKLARAN: Fahiknuan-Knuadato-Kolosuni-Buibatak; Umaklaran-Haemolin dan seterusnya.

4. SILAWAN: Tulakadi-Maninu-Beilaka-Kaitara; Alasmetan-Selaoan dan seterusnya.



Konon di Wilayah TAKIRIN, dekat No Belu, Wedomu, pada suatu masa diadakan sumpah untuk memutuskan dan taat kepada Sepuluh Perintah, Sepuluh Hukum.

Itulah kenapa untuk Kenaian Takirin, ada sapaan adat: Bakadua Salalu ... Bahasa asalnya adalah Fakar Duar Sanulu .... Yang berarti banting dan tumpah sepuluh (ibarat darah, ibarat air dalam bejana yang dihempas dan ditumpahkan).

Ini pula kelak, induk Kerajaan Fialaran disapa dengan Dasi Sanulu-Aluk Sanulu: Artinya 10 Raja/Bangsawan Pria-Sepuluh Ratu/Bangsawan Wanita.



Selain untuk Wilayah Kerajaan, terhadap Pemimpin atau Tokoh Pemimpin setiap wilayah, diberi julukan khusus.

Misalnya:

1. Untuk Manuaman Lakaan: Digelari NAI HALI, NAI MAU.

2. Halimodok Takirin: BERE MAUK-MAU LUAN.



B. DATA TENTANG KERAJAAN LAMAKNEN:



Hampir serupa dengan Fialaran yang mengenal Dasi Sanulu-Aluk Sanulu, Lamaknen pun memiliki 10 Raja dan 10 Pangeran, di mana Dasarai Lamaknen Gomo yang menjadi Loro atas persekutuan sembilan kenaian lainnya.



Struktur Organisasi Kerajaan Lamaknen atau Pemerintahan Dasarai-Lamaknen:

Dasarai Lamaknen Gomo (NAMA RESMI RAJA PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAKNEN), statusnya adalah sebagai: Kamu Go-Pok Gol (RAJA DAN RATU, IBARAT ANAK BURUNG DARA, HANYA MENYISIR RAMBUT DAN MENGGOYANG KAKI, MAKAN DISUAP, MINUM DISUAP, MAKAN SAMBIL BERBARING, MINUM SAMBIL BERBARING).



Penguasa tertingginya terdiri atas: Uma O Baru Gomo, Wese'O Ne' Gomo, Tol O Tugal Gomo dan Por Molok Gomo.

Departemen-departemennya adalah: Giri Liti Gonili, Gon Besi Gonili; Hubil Gamal Hiloo'; Homo Gol Hitu.



Tingkatan Sektor adalah sebagai berikut:

Untuk Giri Liti Gonili: Gemol Baq - Maugiwal (Deu Tes Gatal, Deu Bere Gatal, Deu Subulmul, Deu Leogebu, Deu Gela, Deu Sabulbul Tin), Mebu Purlilak (Deu Dato Gubuk), Hollapit In Gewen (Deu Hollapit), Hatukara Railubu (Deu Monesogo).

Untuk Hubil Gamal Hiloo': Hulul Baq-Hulul Bai (Deu Akaluliq Hakpor), Lolowalu Leowalu (Deu Mau Tepa Mau Luta).

Untuk Hol Gomo Hitu: Perbelis, Purbelis Lon, Mone Goin Cet, Maugonion, Maugatal.



1. DASARAI LAMAKNEN, bergelar Kumuk Gol, Pok Gol, dipegang oleh Deu (artinya Rumah) Leogatal. Dasarai Lamaknen dari rumah Suku Leogatal inilah sebagai Raja Tertinggi Dasarai Lamaknen. Fungsi: Penguasa tertinggi, pembuat aturan, pengambil keputusan, penguasa benda-benda keramat.



Pembantu utama Dasarai Lamaknen Gomo, Deu Tesgatal.

Tugas mengawasi cendana, lilin, pusaka Kakeris Nuwen, Deu Beregatal.

Tugas mengawasi peternakan: Deu Sabulbul.

Tugas mengawasi empat kompleks tanah Momen-Mat'as, Deu Leogebu.

Tugas mengawasi tanaman, kebun, buah-buahan yang masih muda, Deu Gela.

Tugas mengurus pelaksanaan semua aturan dan melaporkannya, Deu Sabulbul Ton.



Sedangkan ketiga Giri Liti, Gon Besi yang lain (Deu Dato Gebul, Deu Hollapit, Deu Monesogo), masing-masing mengatur dan menyusun organisasinya sendiri.



Selain Penguasa tertinggi Lamaknen (Dasarai Lamaknen dengan menteri-menterinya), dikenal pula: Okololo-Kausiwe.



2.OKOLOLO-KAUSIWE.

Penguasa Okololo-Kausiwe atau Siwe Oko-Siwe Lolo adalah:

1. Akaluliq Hakpor Gomo: Penguasa di Fulur.

2. Lolowalu-Leowalu: Leowalu.

3. Mebutor Pelilak Gomo: Lakmaras.

4. Hollapit Iu Gewen: Henes.

5. Hatukara Railubu Gomo: Nualain.

6. Taebereq Holsaq Gomo: Duarato.

7. Mauabis Rainaban Gomo: Abis.

8. Mauekin-Mausomon Gomo: Ekin.

9. Sasaq Bosoq Simugewen Gomo: Sasa'



Kesembilan Kenaian atau kerajaan kecil ini terikat erat dengan Dasarai Lamaknen. Kesepuluhnya disapa dengan: DASARAI LAMAKNEN-OKOLOLO-KAUSIWE-OHORO BABULU.



Bersambung